Kamis, 28 Juni 2012

Puisi Cinta : melukiskan bianglala di cakrawala

Keindahan
Mekarnya bunga bukanlah karena aku
mempersembahkannya untukmu
tetapi ketika kamu menerimanya dengan ceria
kuulurkan harumnya mawar kaubukakan indahnya dada
menghias pertemuan, merekah di tiap senyuman.
Hangatnya pagi bukanlah karena aku buka jendela
lalu membiarkan matahari melukis cahaya
tetapi ketika cium manismu mengecup punggung doa
seakan melewati hari di sebuah taman
kau berada di sampingku
dengan erat genggaman tangan.
Saat terindah bukanlah saat lembayung senja
bukan pula kelepak burung dan matahari jingga
tetapi ketika manja senyummu mengembang
melukiskan bianglala di cakrawala
lalu kaukalungi aku pelukan panjang
malam lebih indah tanpa rembulan
bukan karena kembang api dan kerlip lampu
tetapi ketika kauhampar debar dan hangat kelambu.

Description: Puisi Cinta : melukiskan bianglala di cakrawala, Rating: 4.5, Reviewer: Majalah Bisnis, ItemReviewed: Puisi Cinta : melukiskan bianglala di cakrawala