Selasa, 26 Juni 2012

PUISI CINTA : Oktober

Oktober
Awan tipis tersapu angin, seakan handuk terlepas
kurasakan udara sehabis hujan
di gemas tubuhmu
mentari yang terpantul di kaca jendela
kaukah yang membawanya
deras sinarnya seperti darah menghanyutkan
pelukmu ke dalam pelukku.
Senampan senja kausuguhkan, lentik jemarimu lincah
tatap matamu sumringah, sanjung tak tak sanggup kugubah
cium tak sanggup kucegah.
Hangat menguap pada racikan daunan teh
seputik melati menepi di pinggir cangkir
menyengatkan wangi di bibir. Dan senyummu
kuseruput tanpa akhir.
Cuaca bergetar di tengah Oktober
lengkung alismatamu memayungiku dari hujan
kuhangatkan diri memeluk api di matamu
pada sunyi yang unggun
pada sketsa hatimu yang mengambang
di secangkir senja yang rembang.

Description: PUISI CINTA : Oktober, Rating: 4.5, Reviewer: Majalah Bisnis, ItemReviewed: PUISI CINTA : Oktober