Selasa, 03 Juli 2012

PUISI CINTA : Algoritma Laut dan Hujan

Algoritma Laut dan Hujan

Bila kau seumpama laut dan hujan, algoritma ini merelasikan ombak dan hujan: ombak itu pelukan, hujan itu deras bisikan, dan gemuruh adalah dentum cinta yang tak henti menghantam dada, menghujamkan airmata ke penjuru semesta, menjelma kepakkepak camar yang menjaga samudera. Aku hanyut bersamamu.
Di ujung tanjung, debar jantungmu melantunkan ombak. Jemarimu menggulung rindu. Di tepian kelambu kalbu, bermanja menghelai lembar demi lembar rambutmu seakan menyisir pantai. Pasir adalah kanvas perjalananku, tempat setiap jejak kucetak dengan sajak, jejak yang kauhimpun di lengan ombak: memelukku. Pantai itu aku, selalu rapat di sisimu.
Hujan. Di sudut buku, katakata berdesakan memasuki guguran hujan. Langit berkilatan menggoreskan tanda seru. Cahaya menjel-ma gemuruh. Hujan membasuh unggun sajakku, mengeramas setiap aksara, menggenangi lubuk huruf dengan bening airmata. Berderai-an di akhir paragraf sebagai hempasan ombak di pesisir pantai. Dan di halaman berikutnya itu aku,
sebuah perahu, berlayar dalam ketabahan rindu.

Description: PUISI CINTA : Algoritma Laut dan Hujan, Rating: 4.5, Reviewer: Majalah Bisnis, ItemReviewed: PUISI CINTA : Algoritma Laut dan Hujan