Selasa, 03 Juli 2012

PUISI CINTA : Ciuman Sebuah Puisi

Ciuman Sebuah Puisi

Sebagai kata pengantar, kuciumkan harum melati di hidung mancungmu. Representasi hati yang tersanjung. Tariklah nafas hingga lubuk jantungku.
Mungkin bisa jadi pembuka percakapan pagi ini, yang nampaknya agak mendung. Lihatlah, embun berteduh di kelopak daundaun.
Dan bibirmu, tempat setiap kidungku berteduh. Bisik rindu, bisik rayu, maupun berisik keluh. Tempat hatiku mengadu dan mengaduh.
Ciumanku pasti jatuh sebagai hujan tanpa henti, bertubi dan menyeluruh. Menenggelamkan seluruh kata, mengubah tiap bait senyum menjadi gemuruh.

Description: PUISI CINTA : Ciuman Sebuah Puisi, Rating: 4.5, Reviewer: Majalah Bisnis, ItemReviewed: PUISI CINTA : Ciuman Sebuah Puisi